Selasa, 12 Juli 2011

Kerusakan Boom Lattice



Sudah jamaknya, pada  setiap peralatan akan  terjadi kerusakan. Demikian pula crane. Namun kerusakan – kerusakan itu dapat diminimalisasi. Untuk itu diperlukan perawatan khusus untuk memperpanjang umurnya.
Berbicara masalah crane, boom merupakan satu bagian yang sangat vital.  Untuik itu diperlukan  perawatan yang sangat teliti agar  kesalahan  tidak akan terulang, atau bahkan menghindar sebelum kerusakan itu terjadi. Beberapa kerusakan yang sering terjadi pada boom antara lain
1.      Bengkok pada frame atau kisi (lattice)
2.      Retak (crack)
3.      Korosi / karat / aus

1.      Bengkok.
Menurut pengalam yang penulis alami dan  dari beberapa crane operator/ crane supervisor, bengkok pada boom disebabkan beberapa hal seperti tersentuh benda lain dengan keras,  kesalahan pernyimpanan dan kesalahan dalam pengangkutan.

Apabila kerusakan sudah terjadi kita tidak dapat menghindar, namun kerusakan  tersebut bisa dicegah dengan penanganan yang ekstra hati – hati. Penggunaan crane jangan terlalu dipaksakan. Bila memungkinkan, tempatkan crane  jauh dari benda yang  dapat tersenggol. Namun apalah daya bila ternyata lahan operasi kerja terlalu sempit dengan  sudut swing terbatas seperti lifting over pipe rack, di antara coloumn atau susunan  container bila berkerja di terminal container.

Pada saat penyimpanan bengkok bisa terjadi, pada umumnya bila landasan  tidak rata.  Namun yang paling banyak terjadi bengkok pada boom banyak terjadi pada saat pengangkutan / pemindahan. Mungkin karena tersodok forklift,  terjatuh, ataupun karena pengikatan yang terlalu keras. Dalam beberapa kasus, bengkok karena beberapa hal di atas menjadi sangat serius.

2.      Retak.
Selain karena faktor umur, keretakan  boom paling banyak terjadi karena penggunaan pin yang tidak standard pada proses penyambungan sehingga menyebabkan getaran berlebihan  ketika kita harus memukul pin yang ada.  Pemasangan pin dengan diameter terlalu besar akan menyebabkan  boom flange retak. Pada umumnya ukuran  pin lebih kecil antara 25 hingga 300 mikron disbanding ukuran hole. Kemungkinan lain, ada benda asing  menempel di dalam  hole seperti kotoran yang mengakibatkan  diameter hole mengecil.
Apabila crack terjadi pada sambunmgan antara kisi dengan frame,  kemungkinan besar yang terjadi adalah proses welding di luar standard. System   pengelasan kisi boom akan dibahas tersendiri.

3.      Korosi / karat /aus
Walaupun ada perbedaan makna, di sini penulis tidak memisahkan  antara korosi dan aus karena efeknya sama, yakni pengecilan diameter. Ada dua kemungkinan penyebab aus pada boom. Pertama karena  pekerjaan, biasanya terjadi pada kisi bagian atas. Keausan terjadi karena pergesekan antara kisi dengan wire rope. Apalagi bila crane diopeasikan dengan sudut rendah.

Namun yan g sering terjadi, keausan karena karat berlebihan pada saat penyimpanan. Beberapa kali penulis menjumpai korosi  dan karat   disebabkan penyimpanan boom di tempat terbuka  sehingga akan terpapar panas dan hujan secara simultan. Apalagi bila tempat penyimpana sangat dekat dengan laut. Partikel garam yang terbawa angin laut akan mempercepat terjadinya karat dan selanjutnya akan terjadi pengecilan diameter yang akan mengurangiu kemampuan angkatnya.  Selain partikel garam, keasaman yang terlalu tinggi akan mempercepat korosi dan aus.

Satu hal lagi, kroosi akan cepat terjadi  di daerah dengan  “debu khusus” seperti Dewatering Plant Port Site PT Freeport Indonesia dan PT Newmont Nusza Tenggara (debu tembaga), Lokasi PT Inco di Soroako Sulawesi Selatan (debu nickel), Gunung Bayan, Adaro, Sangatta, Satui di Kalimantan (debu batu bara) atau Tanjung Balai  Karimun (debu granit).

Di beberapa tempat tersebut diperlukan perlakuan khusus dengan pembersihan secara berkala agar tidak terlalu banyak debu menempel di boom dan akan mempercepat korosi.

Terakhir, hal yang perlu diketahui pula, sering terjadi bagian  yang telah terkelupas catnya hanya ditutup dengan cat seadanya tanpa dibersihkan, apalagi pengolesanm anti karat yang baru. Hal demikian sangat membahayakan karena karat akan terjadi tanpa terlkihat dan akan menggerogoti  bagian boom  dari dalam.

Senin, 13 Juni 2011

TALI KAWAT BAJA (STEEL WIRE ROPE) bag 2


Faktor Keamanan (Safety Factor)
Bila kita ingin mengetahui SWL (Safe Working Load) atau dalam Bahasa  Indonesia disebut  BKA (Beban Kerja Aman) sebuah tali kawat baja kita harus mengingat  factor keamanan yang sesuai pengunaannya
       SWL = Kekuatan Putus Tali (Breaking Strength)
                      Faktor keamanan (Safety  Factor)

Faktor keamanan menurut standar API adalah
-          Tali diam              = 3   (tali pendant)
-          Tali berjalan        = 3,5 (tali hoist)
-          Tali sling               = 5   (tali angkat beban)
-          Tali  personel     = 10 (man cage/ man basket)


Fungsi Safety Factor
-          Untuk mengakomodasikan kekuatan putus tali  (breaking strength)
-          Karena penggunaan yang kurang tepat
-          Karena perkiraan berdat barang yang tidak tepat
-          Banyak lagi factor lain

Daftar Kekuatan Putus Tali


Rope Diameter (mm)
Rope Diameter (inch)
Approx Weight
Kg/100 m
Nominal Breaking Strength
180 kgf/m
FC
IWRC
FC
IWRC
8
5/16
21.5
24.3
3540
3813
9
3/8
27.2
30.7
4480
4825
10
-
33.6
38.0
5530
5958
11
7/16
40.0
45.9
6690
7209
12
-
48.4
54.7
7970
8579
13
½
56.8
64.2
9350
10069
14
9/16
65.8
74.4
10800
11677
16
5/8
86.0
97.2
14200
15252
18
11/16
112.0
123.0
17904
19303
19
¾
124.0
137.0
19948
21508
22
7/8
167.0
183.0
26745
28837
24
15/16
199.0
218.0
31829
34318
25
1
216.0
237.0
34537
37227
28
1-1/3
271.0
297.0
43323
46710
32
1-1/4
354.0
389.0
56586
61009
36
1-3/8
448.0
493.0
71600
77418
38
1-1/2
500.0
550.0
79900
86290
40
-
554.0
609.0
88500
95580
44
1-3/4
670.0
737.0
107000
115580













FC           =  Fiber Core
IWRC     =  Independent Wire Rope Core


Safe Working Load
Umumnya seorang operator crane  jarang atau hampir tidak pernah me3mbawa table /  daftar kekuatan tali baja. Tapi demi kemudahan pekerjaan di lapangan, perhitungan Safe Working Load / Beban Kerja Aman bisa diperoleh  dengan cara menghitungnya dengan rumus

                                SWL(Ton)  =  Diameter(Inch)   X    Diameter(Inch)     X     8

Untuk keterangan lebih lanjut tunggu tulisan tentang “sling” dan “cara pengikatan”

Minggu, 12 Juni 2011

TALI KAWAT /KABEL BAJA (STEEL WIRE ROPE)





Berbicara mengenai crane tentu tidak bisa dipisahkan dengan  tali kawat baja. Beberapa kejadian fatal telah terjadi karena kurangnya pengetahuan mengenai tali kawat baja yang digunakan.

Secara historis tali kawat berevolusi dari rantai baja yang memiliki catatan kegagalan mekanis. Sedangkan kekurangan dalam link rantai atau batang baja padat dapat mengakibatkan kegagalan bencana, kelemahan dalam pembuatan kabel sebuah kabel baja kurang penting sebagai kabel yang lain mudah mengambil beban. Gesekan antara kabel individu dan helai, sebagai konsekuensi dari twist mereka, lanjut mengkompensasi untuk setiap kekurangan. Metode ini meminimalkan pengaruh kelemahan juga dapat dilihat dalam baja Damaskus, mempekerjakan beberapa lipat atau laminasi.

Tali kawat/kabel baja merupakan satu bagian yang sangat krusial pada sebuah crane, karena  tak satupun crane yang tiodak menggguanakan talli kawat baja. Untuk itu perlu diperhatikan  beberapa hal dalam pemilihan tali kawat baja.


Bahan.
Talui kawat baja yang dipergunakan untuik sebuah  crane terdiri atas beberapa bagian
-wire / kawat
-strand / untaian
-core / inti

Sebuah  tali kawat baja dibangun atas beberapa untaian, dan setiap untaian tgerdiri atas beberapa utas  kawat dengan persyaratan sebagai berikut
-          Terbuat dari bahan baja berkualitas tinggi
-          Tahan terhadap kelelahan
-          Tahan terhadap gesekan
-          Tahan terhadap karat
-          Tahan terhadap  tekukan
-          Tahan terhadap keausan
-          Mempunyai sifat anti putar (non rotating)
-          Mempunyai fleksibilitas tinggi

Biasanya  kawat untuk pembuatan  wire rope  terbuat dari bahan baja Improved Plow Steel (IPS) -180 kg/ mm persegi atau  yang lebih bagus lagi Extra Improved Plow Steel (XIPS) -200 kg/mm  persegi.

Inti atau Core
Secara umum ada tiga macam inti dalam Tali Kawat / Kabel (wire rope)
-          Independent wire  rope core (IWRC),  inti  kawat tunggal
-          Fibre core,  inti tali fiber
-          Steel strand core, inti  untaian kawat

Identifikasi
Untuk mengetahui dengan jelasz  dat5a sebuah tali kawat baja sesuai dengan penggunaannya kita harus memahami dengamn benar identifikasi yangb tercantujm  padxa masing – masingb tali kawat baja. Contohnya
                        500 M X  1”  X  6  X  19. IWRC. RRL
Artinya  panjang kawat 500 meter, diameter 1  inch, dengan 6 strand, masing-masing strand terdiri atas 19 utas kawat, Independent Wire Rope Core, Right Regular Lay

Pemeliharaan
Untuk menjaga ketahanan  tali kawat baja perlu diperhatikan  cara pemakaian dan penyimpanannya sebagai berikut:

-          Jangan diseret
-          Jangan diikat atau  disimpul
-          Dibersihkan dengan dry cleaner atau penetrating oil
-          Bebas dari air hujan dan sinar matahari langsung (saat penyimpanan)
-          Dilumasi dengan  wire rope grease (gardium compound)

Bersambung……………………………